Hapus Ke Munafik-an !

"Ora tedheng Aling Aling"

SMA 8 Yogyakarta….KOK CUMA “GANTI BAJU” ?

Kata ” Baju ” saya pinjam untuk analogi seorang kepala sekolah. Dimana ini juga terjadi di SMA 8 Yogyakarta. Dimana suskesi Drs. Maryana. MM belum signifikan betul. selain sistem manajemen masih berpola lama. birokrasi juga masih : “dikuasai ” oleh orang orang lama. sebut saja Umi, wakasek kurikulum, atau Nur Rahmat ( wakasek Kesiswaan ), juga Suripto ( Wakasek Prasarana )dan Ali ( wakasek Humas ). Belum lagi ” Orang Orang penjilat ” pak Abu. yang masih bercokol di SMA Delayota. saya sering mendengar dari Alumni, Siswa atau karyawan yang tidak suka dengan Nur Rahmat. Tetapi mereka hanya sebatas : bergumam. padahal bukti sudah ada beritanya …misalnya pada postingan saya terdahulu, Nur Rahmat telah mengambil Uang untuk kegiatan penerbitan Majalah. tetapi ternayat uang Puluhan Juta itu cuma di ” lek “. tetapi Pak Maryana juga diam saja. Atau kelkuan Bu Umi yang menyuruh dan mengajak untuk tanda tangan Kwitansi Kosong, ke beberapa guru. Atau pembangunan Physik Suripto hanya sekedar Formalitas, tetapi dia tidak berani apa apa. demikian juga Ali yang Gembar gembor ( – seperti Abu dulu ! ). membuat hubungan dengan lingkungan baik. tetapi ternyata warga disekitar juga merasa tersia siakan.

Ada juga para karyawan atau ” orang orang Bawaan ” pak Abu, yang masih bercokol. kenapa pak Maryana seperti jalan ditempat…

29 April 2008 - Posted by | 1

12 Komentar »

  1. Aduh… aduh… Dari tadi aku baca webnya nih… kok hobi bgt sih ngelirik SMA 8? Tapi makasih lho, atas kritiknya yang pedes dan kurang sopan…. Apa lg buat Pak Nur dan Bu Umi… Pak Ripto juga… Padahal beliau bertiga banyak jasanya di SMA 8 (jadi guruku juga)… Mbok ya kalo ngritik tuh tetap jaga sopan santun to… Jangan panggil dengan nama doang… Kan bisa pake “pak” atau “bu”. Nggak sulit to, nulis dua kata itu sebelum nama-nama beliau bertiga? Njenengan kan juga berpendidikan… harusnya tau soal itu toh? Maaf kalau sekiranya menggurui, tapi saya sebagai murid SMA 8 agak kurang nyaman dengan postingan2 di web ini… Sekali lagi terimakasih dan sukses selalu

    Komentar oleh Dhanty | 17 Februari 2009 | Balas

    • THANKS, BUAT SEMUA YANG TELAH KOMENT DI SITUS INI, PADA DASARNYA KITA MARI TEPO SLIRO. BARANG KALI KAWAN KAWAN YANG BERKOMENTAR TIDAK MERASAKAN SAKITNYA HATI SEPERTI SAYA INI. KETIKA DI KATAKAN PREMAN. OLEH BU UMI ( SDH SOPAN TO ?), DAN JUGA KECEWANYA STATEMENT PAK NUR, ATAU PAK RIPTO, YANG NGGAK TEGAS… JUGA SAKIT HATI KETIKA DIUSIR DARI RUANG RAPAT…TETAPI ITU SEMUA SUDAH AKU HAPUS, SUDAH AKU MAAFKAN.. SEBENARNYA KALAO KAWAN KAWAN, LEBIH MENCERMATI LAGI..AKU SDH BUKA SEMUA IDENTITASKU..” BLOKO SUTO “..ARTINYA SAYA SIAP. UNTUK DIAJAK DISCUSS SECARA ILMIAH, DAN DALAM SEBUAH FORUM RESMI… HANYA DEMI MENJAGA NAMA BAIK DELAYOTA, SMA 8 YOGYAKARTA TERCINTA SAJA TUJUAN SAYA SELAMA INI. TIDAK ADA TENDENSI APA APA. SAYA BUKAN POLITIKUS, SAYA BUKAN PEMBORONG BANGUNAN, SAYA BUKAN APA APA. RASA CINTA DAN SAYANG YANG BESAR INI, DISERTAI NIAT TULUS SAJA, UNTUK MENGEMBALIKAN CITRA BAIK SMA 8 YOGYAKARTA. TETAPI BOLEH KAWAN KAWAN, MENELITI LATAR BELAKANG SAYA… SILAHKAN..TENTUNYA NIAT BAIK SAYA, BERBEDA DENGAN NIAT BAIKNYA OKNUM GURU GURU DI DELAYOTA, KELIHATAN BAIK TERNYATA SECARA ” JAMAAH “, MELAKUKAN PELANGGARAN DAN PENYELEWENGAN.
      SELANJUTNYA KITA JUGA HARUS BERPIKIR, BAHWA KITA HARUS DAN WAJIB MERASA KASIHAN KEPADA SISWA SISWA YANG CERDAS DAN PINTAR, TETAPI MAU SEKOLAH FAVORIT, KADANG TERHAMBAT BEAYA MAHAL…KARENA DIA DARI KELUARGA KURANG MAMPU.
      (PERNAH ADA SEBUAH KOMENTAR :” MAS KALO NGGAK PUNYA BEAYA NYEKOLAHKAN ANAKNYA DI SMA, JUJUR AJA MAS..JANGAN MENJELEK JELEKKAN SMA 8 ! “.)BEGITU KIRA KIRA…SAYA JAWAB DG JUJUR. BAHWA BUKAN ITU MASALAHNYA, BAHKAN KEPADA YANG KOMENTAR SAYA BILANG, BAHWA PENDAPATANNYA PERBULAN BERAPA, APAKAH DIA SETINGKAT MENTERI ?. DAN DARI E-MAIL NYA SAJA, TERLIHAT BAHWA DIA PENGECUT.
      AKHIRNYA SAYA TETAP UCAPKAN TERIMAKASIH, ATAS PERHATIANNYA..DAN MARI KITA BERSIKAP BIJAKSANA…SERAPI APAPUN DALAM MEMBUNGKUS BARANG BUSUK, LAMA LAMA TERCIUM JUGA, DAN SUDAH TERBUKTI KAN DI DELAYOTA..INI PENGALAMAN BERHARGA. JGN. SAMPAI TERULANG LAGI…INI SEBUAH OBSESIKU ! TETAPI TERNYATA SISTEM-LAH YAMNG MENGUASAI SAMPAI SEKARANG, BEBERAPA GURU DAN KARYAWAN MEMBERIKAN INFO KEPADA SAYA. MUNGKIN KATA BANG NAPI BENAR ” KEJAHATAN BUKAN DARI NIAT PELAKUNYA, TETAPI KARENA ADANYA KESEMPATAN !”. GURU YANG BAIK, BERIMAN, TIBA TIBA BISA JDI KORUPTOR, MALING !. YA NAMANYA MENUNGSO…MENUS MENUS RA RUMONGSO !

      Komentar oleh hendroplered | 1 April 2009 | Balas

  2. sowry….,
    what’s your mean????,
    don’t told like that bout my scul…,
    can’t u said more polite??,
    thx

    Komentar oleh ries | 22 Februari 2009 | Balas

    • “sowry….,
      what’s your mean????,
      don’t told like that bout my scul…,
      can’t u said more polite??,
      thx”

      jUST fOR :\Ries..
      biasa ja, ga usah londo londoan, I’m only “100 % ndeso !
      You has been known to ?. kalo U’r school like it…if you want realy N actualy story….lha mbok hubungi mobile phone -ku yoo…
      oke. from me..( fans of CTZ )

      Komentar oleh hendroplered | 1 April 2009 | Balas

  3. Apa iya sih ??
    Dulu saya pembina ekskul di SMA 8 Jogja/SMPP Jogja, th97 out dari jogja ke Jkt, nama2 yang sampean tulis separo saya kenal baik orangnya, dulu teman-teman saya sesama guru itu tidak seperti itu, sampean kan bukan warga SMA 8 Jogja (melihat track record yang sampean tuilis) mungkin cuma denger laporan dari ananda yang masih sekolah disitu.
    Saya cuma berharap ono rembug yo dirembug, saya tau kok potensi SMA 8 Jogja seperti apa.Wassalam
    PakCy Jaya Sakti, Pakci Jaya Bakti.
    Hariman Jurnalis lepas dibeberapa media TV di Jakarta

    Komentar oleh Hariman | 28 Februari 2009 | Balas

  4. Saya pagi ini dari jam 01.00 s.d 03.00 (28-02-2009) jadi begadang ketika mata tertarik dengan blog yang membicarakan “Delayota” tempat saya dulu ikut mengabdi.
    Saya cermati kasusnya dari 2007 s.d 2009 dari berita posting itu saya tidak menemukan yang salah masuk penjara ???
    Lantas siapa yang salah ??? masak sih aparat penegak hukum di Jogja tidak ada yang bisa menyelesaikan masalah “Delayota”??
    Lalu buat Mas Hendro dua tahun anda “berjuang” katanya anda juga anggota Komite Sekolah ?? Apa saja kerja anda sampai masalah ini tidak diselasaikan di level Komite Sekolah ??
    Saya tidak tau apakah tradisi di SMA 8 Jogja sudah berubah dari “rembug” jadi “gussip” diluar biar orang sak donya jadi tau karena Mas Hendro “merasa tak berdaya”??
    Kenapa “Gussip” ?? Logikanya kalo “Fakta” masalahnya pasti sudah selesai di Pengadilan kalo “Gussip” semua orang di warung kopi bisa jagongan sambil guyon ngalor ngidul, “sayang” kepiawaian anda yang di jlentrekkan sudah kemana mana itu tak “mempan lan mandi” buat ikut menyelesaikan masalah seputar korupsi saja.
    Waktu dulu saya masuk di SMPP 10 / SMA 8 sebagai Guru Ekskul SMPP 10 tahun 1985/86 salah satu siswa pernah membuat kasus yang dianggap skandal yang berprestasi yakni hasil penelitian SEX dikalangan siswa, buat saya itu bagus pak Andi Nasution Rektor IPB saja mau menerima siswa tersebut TANPA TEST ya TANPA TEST masuk ke IPB, walau ber akhir dengan pamitnya siswa tersebut dengan terhormat juga dari IPB, karena merasa tidak cocok memilih sekolah.
    Saya cuma ingin menghimbau pada Mas Hendro marilah kita bina putra-putri kita dengan baik, masalah tindak Kriminal dugaan Korupsi bila datanya lengkap kenapa tidak diserahkan ke yang berwajib, biarlah diselesaikan para aparat penegak Hukum, saya sekarang masih percaya kok aparat kita semakin baik kualitasnya apalagi didukung adanya KPK.Wassalam
    Hariman (Jurnalis lepas di Jakarta)

    Komentar oleh Hariman | 28 Februari 2009 | Balas

  5. THANKS, BUAT SEMUA YANG TELAH KOMENT DI SITUS INI, PADA DASARNYA KITA MARI TEPO SLIRO. BARANG KALI KAWAN KAWAN YANG BERKOMENTAR TIDAK MERASAKAN SAKITNYA HATI SEPERTI SAYA INI. KETIKA DI KATAKAN PREMAN. OLEH BU UMI ( SDH SOPAN TO ?), DAN JUGA KECEWANYA STATEMENT PAK NUR, ATAU PAK RIPTO, YANG NGGAK TEGAS… JUGA SAKIT HATI KETIKA DIUSIR DARI RUANG RAPAT…TETAPI ITU SEMUA SUDAH AKU HAPUS, SUDAH AKU MAAFKAN.. SEBENARNYA KALAO KAWAN KAWAN, LEBIH MENCERMATI LAGI..AKU SDH BUKA SEMUA IDENTITASKU..” BLOKO SUTO “..ARTINYA SAYA SIAP. UNTUK DIAJAK DISCUSS SECARA ILMIAH, DAN DALAM SEBUAH FORUM RESMI… HANYA DEMI MENJAGA NAMA BAIK DELAYOTA, SMA 8 YOGYAKARTA TERCINTA SAJA TUJUAN SAYA SELAMA INI. TIDAK ADA TENDENSI APA APA. SAYA BUKAN POLITIKUS, SAYA BUKAN PEMBORONG BANGUNAN, SAYA BUKAN APA APA. RASA CINTA DAN SAYANG YANG BESAR INI, DISERTAI NIAT TULUS SAJA, UNTUK MENGEMBALIKAN CITRA BAIK SMA 8 YOGYAKARTA. TETAPI BOLEH KAWAN KAWAN, MENELITI LATAR BELAKANG SAYA… SILAHKAN..TENTUNYA NIAT BAIK SAYA, BERBEDA DENGAN NIAT BAIKNYA OKNUM GURU GURU DI DELAYOTA, KELIHATAN BAIK TERNYATA SECARA ” JAMAAH “, MELAKUKAN PELANGGARAN DAN PENYELEWENGAN.
    SELANJUTNYA KITA JUGA HARUS BERPIKIR, BAHWA KITA HARUS DAN WAJIB MERASA KASIHAN KEPADA SISWA SISWA YANG CERDAS DAN PINTAR, TETAPI MAU SEKOLAH FAVORIT, KADANG TERHAMBAT BEAYA MAHAL…KARENA DIA DARI KELUARGA KURANG MAMPU.
    (PERNAH ADA SEBUAH KOMENTAR :” MAS KALO NGGAK PUNYA BEAYA NYEKOLAHKAN ANAKNYA DI SMA, JUJUR AJA MAS..JANGAN MENJELEK JELEKKAN SMA 8 ! “.)BEGITU KIRA KIRA…SAYA JAWAB DG JUJUR. BAHWA BUKAN ITU MASALAHNYA, BAHKAN KEPADA YANG KOMENTAR SAYA BILANG, BAHWA PENDAPATANNYA PERBULAN BERAPA, APAKAH DIA SETINGKAT MENTERI ?. DAN DARI E-MAIL NYA SAJA, TERLIHAT BAHWA DIA PENGECUT.
    AKHIRNYA SAYA TETAP UCAPKAN TERIMAKASIH, ATAS PERHATIANNYA..DAN MARI KITA BERSIKAP BIJAKSANA…SERAPI APAPUN DALAM MEMBUNGKUS BARANG BUSUK, LAMA LAMA TERCIUM JUGA, DAN SUDAH TERBUKTI KAN DI DELAYOTA..INI PENGALAMAN BERHARGA. JGN. SAMPAI TERULANG LAGI…INI SEBUAH OBSESIKU ! TETAPI TERNYATA SISTEM-LAH YAMNG MENGUASAI SAMPAI SEKARANG, BEBERAPA GURU DAN KARYAWAN MEMBERIKAN INFO KEPADA SAYA. MUNGKIN KATA BANG NAPI BENAR ” KEJAHATAN BUKAN DARI NIAT PELAKUNYA, TETAPI KARENA ADANYA KESEMPATAN !”. GURU YANG BAIK, BERIMAN, TIBA TIBA BISA JDI KORUPTOR, MALING !. YA NAMANYA MENUNGSO…MENUS MENUS RA RUMONGSO !

    Komentar oleh Hendro Plered | 3 Maret 2009 | Balas

  6. “sowry….,
    what’s your mean????,
    don’t told like that bout my scul…,
    can’t u said more polite??,
    thx”

    jUST fOR :\Ries..
    biasa ja, ga usah londo londoan, I’m only “100 % ndeso !
    You has been known to ?. kalo U’r school like it…if you want realy N actualy story….lha mbok hubungi mobile phone -ku yoo…
    oke. from me..( fans of CTZ )

    Komentar oleh Hendro Plered | 3 Maret 2009 | Balas

  7. Mas Hendro,
    1. Ndak usah buka-bukaan sampai mblejed (wah apa ya padanannya)
    2. Niat baik jangan ditumpangi “sakit hati” itu subyektif sekali
    3. Bila Datanya valid, Faktanya benar, jeruji pasti sudah bagiannya
    4. Sekarang, semua sudah berlalukan, kalau mau baik ya dibangun lagi jangan malah di obong trusss
    5. Bahasa huku itu tidak mengenal “katanya” yang ada Data, Fakta, Pengakuan, Tindakan, Hukuman, kalau semua “katanya” suatu ketika saya mampir ke SMA 8 dan tanya sama penjual rokok di depan SMA 8 tentu bisa ketemu “katanya” juga
    6. Yang jelas luka borok tidak bisa sketika sembuh, harus dicari salep yang baik, dirawat trus dijaga, kalau dikorek truss nanti yo berdarah lagi dan jadi borok baru.
    7. Whis yo, semoga PAKCY SMPP 10/SMA 8 Jogja terbang kembali
    Hariman – Jakarta

    Komentar oleh Hariman | 8 Maret 2009 | Balas

  8. Apakah yang anda katakan itu merupakan fakta ? karena yang saya tahu mereka bukanlah seperti itu. kalau anda hanya asal bicara berarti anda juga penjilat

    Komentar oleh Haydar | 12 Maret 2009 | Balas

  9. O… ketauan sekarang. Yang posting di blog ini boong… Ktana udah jadi sarjana. S2 pula. Kok ngomongnya masih bagusan anak TK. Coba tak liat ijazahmu rene. Ngpusi opo ora. Salahmu, ribut dhewe pas FAPD. Jangan salahkan kalo anda diusir dari ruangan. itu SANGAT PANTAS!

    Komentar oleh Tha | 12 Maret 2009 | Balas

  10. Saya minta maaf sebelumnya jika ada salah. Namun sebagai murid SMA 8, saya kurang setuju dengan pendapat bapak dan bahasa bapak. Sebaiknya kita tetap menjaga kesopanan dengan memberi kata pak atau bu, apapun itu bukanlah hal yang susah dan bisa mencegah hal- hal negatif yang timbul.
    Dan dimata kami, beliau- beliau yang bapak sebutkan adalah orang yang berjasa bagi kami. Dan yang kami ketahui, beliau bukan orang yang seperti itu. Mungkin bapak perlu mencari tahu apa yang sebenarnya dan jangan termakan oleh omongan orang lain. Jangan melihat sebuah kertas hanya dari titik hitam ditengahnya. Karena yang bapak tuliskan dapat merusak hubungan silaturahmi yang baik.Terima kasih. Pakci Jaya!!!!

    Komentar oleh Est | 21 Desember 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: