Hapus Ke Munafik-an !

"Ora tedheng Aling Aling"

“ DISKRIMINASI ” DI DELAYOTA ……………….

biskut.jpgBeberapa kali, saya mendengar bahwa setelah terjadi “perubahan drastis :. Dimana anak anak klas X ( Reguler ), dengan Sumbangan hanya Rp.1.000.000.,00 dan juga SPP –nya Rp.100.000,00/ Bulan. Maka di lingkungan SMA 8 Yogyakarta terjadi kesenjangan. Petugas di ruang Ava misalnya, entah secara sengaja atau tidak, tetapi kalaupun toh dalam pengakuan via YM dengan saya itu hanya guyon, dia mengatakan kepada anak anak Klas X, bahwa ketika sudah habis jam-nya memakai Ruang AVA, dia bilang bahwa anak anak klas X, ayo cepat keluar !, karena fasilitas di Ruang AVA, yang membeli dan yang andil besar adalah klas XI dan klas XII. ( terjemahan bebasnya begitu ! ).

Saya mencoba, kontak dengan Kepala sekolah Drs. Maryana MM. Saat itu dia bilang akan ngechek dulu kebenarannya………
Karena secara etika-pun aku tahu nggak akan menegur langsung dengan petugas Ruang AVA. ( jadi pas aku ketemu di YM, aku sifatnya Konfirmasi aja ! ).

Kejadian di Ruang AVA, mungkin hanya salah satu kejadian di Delayota sekarang ini. Tidak mungkin bagi saya Investigasi lebih jauh. Tetapi percayalah bahwa mata dan telingaku tetap saya pasang lebar lebar……….

Kasihan anak anak klas X, kalau hal hal tersebut sampai terjadi di Delayota… Tidak adakah perasaan pihak pihak yang sok kuasa, bahwa siswa Klas X, juga punya hak untuk memakai fasilitas semua yang ada di Delayota ?

Apakah Delayota semakin Miskin, karena para Siswa Klas X, mbayar-nya lebih kecil ?.

Dalam sebuah percakapan di telepon. Pak Maryana bilang bahwa , Uang yang diselewengkan oleh pak Abu dikembalikan di SMA 8, jumlahnya ada Rp. 100 Juta lebih. Serta – masih kata pak Maryana _ masih ada Uang Sisa lainnya yakni Kas Puluhan Juta juga akan dikembalikan.

Nah mungkin ini laangkah yang harus segera disosialisasikan kepada semua elemen SMA 8 Yogyakarta ( Guru, Siswa, Karyawan. Komite Sekolah, atau mungkin juga Alumni-nya ) agar tidak ada lagi pihak pihak yang menuding serta curiga satu sama lain.

Karena seorang guru putri – belakangan saya ketahui namanya bu Hudi– pernah marah marah dengan saya- dengan kata kata yang sangat tidak sopan -. Dia merasa khawatir kalau dengan beaya sedikit SMA 8 Yogyakarta tidak bisa jalan.

Pernah juga seorang anggota Komite Tidak tetap, SMS dengan saya : Tolong dipikirkan, apakah dengan sumbangan Rp 1 Juta serta SPP Rp. 100 Ribu, pendidikan di SMA 8 akan jalan ? ” …..

Langkah sosialisasi dan transparansi juga akan menghapus kata kata : nek njaluke lawuhe tempe yooo di doli tempe ! “..atau juga seorang guru senior putri pernah bilang bahwa : besuk habis ngajar .langsung cari Obyekan diluar ! atau suara suara miring lain………..

Bagaimana sekarang di Delayota ?

Apakah masih ada siswa pindah dari SMA lain ke SMA 8 Yogyakarta, yang taripnya Belasan Juta Rupiah ?, apakah Guru guru masih khawatir karena Kelebihan jam Mengajar-nya tidak ada Honor ?. atau bagaimana perkembangan Bu Umi, apakah masih beranggapan kami kami ini Preman, atau Bagaimana dengan Nur Rahmat apakah masih arogan, atau pak Ali yang leda lede, atau Pak Ripto yang pada jam pelajaran malah kelayapan di Pasar ?.


Kita tunggu saja . tetap waspada dan Optimis..bahwa Delayota akan Jaya !. Yang jelas sampai sekarang Klas X belum juga menerima Jaket Almamater, meski sudah mbayar Lunas. Demikian juga saya selalu berdoa.. semoga jejak jelek pak Abu tidak digantikan oleh orang lain di SMA 8 Yogyakarta……….

Karena, saya juga pernah dikasih tahu oleh beberapa orang bahwa, pak Abu Suwardi itu ketika di SMA Wonosari, SMA 1 Yogyakarta masih bagus…..tetapi ternyata harta membuatnya lupa…….siapa tahu Pak Maryana yang katanya juga orang baik itu, lama lama tergiur juga.. saya jadi ingat Kyai guru ngaji saya sewaktu kecil di Pleret, Mbah Kaum selalu bilang : Menungso kuwi mono, kudu kuwat panggiri goda, soko telung perkoro : Noto, Bodho, Wanito ( Tahta, Harta, Wanita )………….

Jaya selalu Delayota. Selamat menempuh Ujian Akhir bagi klas XII. Lama lama kalian ngerti bahwa inilah kehidupan………dan ingat Korupsi memang menyengsarakan semua Pihak !, banyak korban yang tak tahu apa apa. dan lagi buat apa nama besar kalau dalamnya Bobrok !……jadi antara Intelelektualitas, Moralitas dan Kwalitas harus berkaitan yang erat……..Selalu,  setiap saat ingat Tuhan, Alloh SWT.  Semogaaaaaaaaaaaaa………………………………

4 April 2008 - Posted by | SMA 8

10 Komentar »

  1. La kalo gak salah nama nama guru seperti pak ALi (agama), pak Nur Rahmat (bahasa Indo), pak Ripto (Fisika) adalah guru-guru saya dulu. Wah.. saya kok makin bingung dengan situasi sekarang ini. Gambaran ideal mengenai guru-guru saya dulu jadi sedikit mengalami “goncangan” antara percaya tidak percaya. Mungkin perubahan zaman yang demikian cepat bisa merubah segalanya. Mosok sih sampai ada kata-kata itu..(ruang AVA). Saya guru di sma yang bayar masuknya 30 juta an, tapi ada juga yang beasiswa, dan guru-guru dilarang membeda-bedakan antara bayar dan tidak. La ini sekolah negeri kan kalo ada kurang bisa rundingan sama pemerintah. gak usah marah-marah ya…

    Komentar oleh Ikhwan | 7 April 2008 | Balas

  2. ya gitu lah. thanks atas comment dan kunjungannya………

    Komentar oleh hendropler | 29 April 2008 | Balas

  3.  KILK DI SINI

    Komentar oleh icha | 19 Mei 2008 | Balas

  4. i love u

    Komentar oleh icha | 19 Mei 2008 | Balas

  5. I love you To…..eee Icha kamu Ce ato Co seh..kalau Q jelas kan 100% Tulen Co…tapi makasih bgt yaaaaaaaa

    Komentar oleh Hendro Plered | 24 Mei 2008 | Balas

  6. waw….. ada apa ma almamaterku ini……
    ngeri baca postingnya….
    bu harno masi ada ga? hihihi…
    pak rais masi ngajar?

    Komentar oleh Nino | 23 Juni 2008 | Balas

  7. e..e…e…ko, gitu ya…
    jadi miris…
    untuk mantan guru2ku…yang benar aje…
    gw priksa miskin loe….hehehehehe….

    Komentar oleh hostaf da gama_97 | 23 Juli 2008 | Balas

  8. Buat adik-adikku mantan ambalan 7388/1307-1308 yang sempat baca posting ini dan sekarang masih tiggal di Jogja, mungkin bisa bantu menjernihkan masalah di SMA8 Jogja ??? Kita memang bukan Penegak hukum tapi kita punya tanggung jawab moral, Saya Kak Hariman berharap anda bisa ikut handarbeni tempat kita menimba ilmu dulu.
    dari Hariman, Jurnalis lepas di Jakarta

    Komentar oleh Hariman | 28 Februari 2009 | Balas

  9. wah kok sma 8 parah nih? Pak Ali, Pak Nur Rahmat, yang aku kenal bukan yang seperti ini?
    Pak Dwi guru mathematika, apakah masih disana?
    Untuk Bapak Ibu Guru saya,
    Bakti anda tiada tara…karena bimbingan anda-anda lah, saya bisa seperti sekarang ini.
    Semoga Bapak ibu selalu dapat hidayah dan petunjuk Allah, diberi kekuatan Iman untuk membimbing anak-anak didik.Amin.

    Buat Mas Hendro,
    Semoga tidak terjebak dalam buruk sangka, dan selalu diberi kekuatan untuk menegakkan amal makruh nahi munkar.

    Pendidikan yang berkualitas emang perlu biaya, asal biaya itu dikelola dengan amanah buat kemajuan pendidikan, saya pikir nggak ada masalah.

    Dan semoga tidak ada diskriminasi antara yang miskin dan yang kaya, yang bayar banyak dan sedikit. Karena itulah guna Allah menciptakan si Kaya dan si Miskin…untuk saling berbagi. Si kaya membantu si Miskin, si Miskin membantu Si Kaya. Amin

    gagox

    Komentar oleh gagox | 3 April 2009 | Balas

  10. jaya jayalah sekolah kita sma 8 yogyakarta

    Komentar oleh wokawoka | 6 Oktober 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: