Hapus Ke Munafik-an !

"Ora tedheng Aling Aling"

Ternyata Disiplin itu menyakitkan !

terimakasih  bagi anda yang telah berkenan ke “ Gubug Maya “ saya ini. Bukannya biar dikira gak Gaptek, tetapi dengan adanya Situs ini memang malah –secara tidak langsung memaksa untuk  konsistenan saya. Yang selama kurang suka dengan apa itu Konsisten.
Sebab banyak yang telah terbukti. Bahwa konsisten itu menyakitkan. Disiplin itu kadang menyiksa. Tertib itu kurang asyik. Menjadi orang baik itu kadang malah dicurigai. Apalagi dijaman sekarang ini, meski belum banyak makan garam, saya sudah membuktikan. Melihat serta menyaksikan. Dari Rakyat, pejabat RT – sampai Bupati, Walikota, Gubernur, menteri bahkan Presiden-pun. Kalau namanya Disiplin, tertib, baik atau apa-lah namanya itu kok hanya sementara. Selanjutnya…ya biasa saja. Dan bahkan itu Cuma sekedar Lops service, Mung neng lambe !.
Aku sendiri heran kepada diri sendiri. Kenapa namanya mengumbar nafsu angkara murka kok enak ya…Guyon kok jadi tradisi. Dan kadang bangga dengan kesengsaraan orang lain ?
Dikalangan seniman, atau Para Pelawak Jogja terkenal istilah “Gojek”. Missal, seorang  kawan – sebut namanya  X, ahli artistic. Pernah pura pura ditelepon oleh teman D, yang nagakunya Boss, minta supaya X tadi datang ke Hotel. Karena mau negoisasi proyek………. Apa yang terjadi dengan Gojek ?. ternyata X di Lobby Hotel ,…….mrongos.
Tetapi pernah terjadi pula seorang Kawan, dia kalu gojek nggak “pandak” alias. Nggak Konsisten. Artinya gelem njiwit, ning nek dijiwit ora gelem. Nah Itu barangkali yang merasa sok. Dia butuh refreshing ngkali !. tetapi ketika aku ajak guyon, ternyata aku yang yang malah kena batunya………
Itu ternyata juga terjadi di SMA 8 YOGYAKARTA………, selalu menuntut Hak, tetapi kewajibannya nggak pernah ditepati. Murid diminta iuran terus. Tetapi barang yang sudah dibayar belum diberikan…..kemana uangnya…..apa ada penyelewengan lagi ?
Wallohu’alam bi Sawab…………
Nah, SMA Delayota itu selalu pamer  bagaimana cara mempertahankan “harum”nya. Lihat saja. Selalu dipasang Spanduk ( banner ) “ selling Point” di gapura…tetapi belum pernah ada spanduk : di sekolah ini Kasek pernah Korupsi, atau kata sejenis……………….
Kenapa selalu menutupi kebobrokan…..kenapa jujur itu sulit untuk dikatakan… kenapa snobisme masih membalut ketika sebenarnya harus dibongkar total untuk menyembuhkan borok borok….?
Apakah ini termasuk Guyonan ?. atau keseriusan yang di balut dengan Guyon….atau sebaliknya ?

12 Februari 2008 - Posted by | 1

3 Komentar »

  1. mas….mas…kowe lak rapopo to ?,jak e kok nggrantes banget

    Komentar oleh wisnu birowo | 27 Februari 2008 | Balas

  2. salah sendiri ngurusi delayota.
    aq dulu depazter…. solid dan tidak korupsi
    peace

    Komentar oleh Oeyeq | 27 Februari 2008 | Balas

  3. kok le mesakke banget to, su…

    Komentar oleh mas kapri | 10 Maret 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: