Hapus Ke Munafik-an !

"Ora tedheng Aling Aling"

TEGAL, ADA YANG LEBIH DARI KUKENAL

bannerrev_01.jpg alphad.jpgHari Senin, 17 Desember jam 10.00 WIB, aku meninggalkan rumah “ Ndalem Kaendran “, Dengan membawa Property Pentas serta kostum serta “ Celana Dalam “ anakku . dengan Travel Bag, aku kemudian berangkat menuju ke Idea Production, jl. Gajah NO.1, disana sudah ada Agus ‘Jeger’ Noor. Selanjutnya saya akan sebut Penyihir Bahasa itu Jegger saja. Tidak berapa lama Dewo PLO datang………kemudian Jegger bilang, kalau kita akan bersama Ajek Starcom, bos-nya Fresh Magazine. Jadi kita menuju ke Galeria Mall dulu, karena ajek disana, kata Jeger….
Kita bertiga naik Taksi ke Gale…..di Lt Dasar ada Ajek, Crew dan juga anak Istrinya. Belakangan saya ketahui bahwa Anaknya Baru Ulang tahun yang ke 4. wahhhh … sop buntut, bistik memang cocok saat itu…………
Pukul 12.30 Kami kemudian meninggalkan kota Yogyakarta dengan mengendarai : ….melalui jalur selatan…aku duduk di tengah kiri…Ajek nyopir, Jeger didepanku, sedang Dewo disamping kananku, yang dibelakang ada Alfin sang ahli desain interior……………
Sampai di Wates kami mampir di Indomart untuk beli camilan, suplemen sekaligus buang air kecil…….karena jalannya juga kecil kali yaaaaaa.
Setiap jalan kami ngobrol, guyon/canda biasa………soal job, humor, pentas, keluarga, lagu lagu yang diputar dari dasbod…..dan sebelnya aku kalu mau tidur, selalu mereka pada “crewet “……….
Kira kira jam 15.00 kami nyampe daerah Buntu….edan begitu lihat Durian. langsung mobil mepet kiri…..disitu banyak warung warung khusus Durian “Duren”. karena aku nggak suka Duren, maka ketika mereka berempat makan duren, aku hanya Nyedot Jisamsoe saja…..ada 6 buah Duren disantap mereka…..aku mau mual karena bau Duren itu. makanya aku menjauh…….aku hanya pesen Teh tubruk saja……..
Kemudian kami langsung jalan lagi sampai di Aji Barang…..kami menuju Mushola Untuk Sholat. Dhuhur dan Ashar kami Jamak Takhir……..terus kemudian kami menunggu waktu Maghrib…….setelah Maghrib-an kami langsung tancap gas menuju Tegal. Enaknya dengan mobil pribadi…………..
Dengan melewati hutan Jati……kami kemudian masuk di daerah Slawi. Kata Agus Jeger. Slawi sudah daerah kekuasaan Agus Riyanto, Bupati Tegal.
Kami langsung menuju sebuah Rumah Makan : Sate Tegal, Balibul.. sate kambing yang usianya Bawah Lima bulan……..Uedan tenan !, maksudnya gini : masaknya cepet..dan porsinya ternyata Koden ( 1 Kodi : 24 Tusuk ). Empuk dan lezaaaaat. Mungkin kalo bondan Winarno ada, dia bilang Mak Nyuuuuuuuuus….
Kami berlima habis 5 Porsi. Ditambah The Poci……..
Kemudian kami menuju Hotel Bahari….Salah satu hotel berbintang dan Megah dikota Tegal. Saya sempat Kontak dengan mas Butet Kerta Rejasa, katanya dia masih diatas kereta.. kira kira jam 23.00 WIB baru nyanpe di Tegal, setelah dari Jakarta….
Setiba Dihotel, kami dijemput oleh Ajudan Bupati, Ramah dan penuh santun. Setelah mendapatkan kunci kamar, saya masuk..saya sekamar dengan Dewo PLO. Sementara “ Aji tarmizi “Ajek “, satu kamar dengan Alvin…
Setelah mandi, Sholat Isa’, saya dan Dewo PLO kemudian ke Lobby, karena Agus Noor “ jeger “ mengajak kesana..untuk menemui Pak Agus..dicafe “Nelayan “ terdengar nyanyian Republik “ judulnya : hanya ingin kau tahu..ternyata yang nyanyi adalah Pak Agus Riyanto, Bupati tegal tersebut. Kemudian kami bergabung di Café, Mas Butet juga bergabung, selanjutnya setelah Jeger nyanyi, akupun juga didaulat nyanyi. “ Sandiwara Cinta-nya Nike Ardila.
Acara di Café itu, dalam rangka Sosialisasi PPAT se Kab Tegal. Aku kemudian bersama rombongan mau menuju ke Padepokan Slamet Gundono, itu lho pakar “ Wayang Suket ” toyota Alphard ” ,berisi : Ajek, Alvin, Dewo, Dan Jeger, sementara Mas Butet Kertarejasa satu mobil dengan Bupati Agus Riyanto. kulihat banyak Jemani, Anthorium di rumah dinasnya, itu setelah dikasih tahu oleh beberapa ajudannya.

Tetapi entah mungkin sdh malem jadi langsung di Rumah Dinas Bupati Tegal. Ngobrol : ngalor Ngidul “, kemudian Mas Slamet Gundono “ wayang Suket , datang.. wah badannya serem, gedueeeee banget. Dan.belum lama ngobrol..dia sudah tertidur..” ngorok “…..
Kami juga kemudian Pamitan dengan pak Agus. Karena kami harus istirahat untuk persiapan pentas paginya………. Sampai dihotel, setelah cuci kaki..aku sempat lihat acara acara TV, akhirnya HBO.. aku panjer. Panteng..film-nya …nggak menarik..lama lama aku nggak ingat lagi…….zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz

Pagi banget, jam 5.00 aku terbangun, subuhan terus tidur lagi…..entah jam berapa, tiba tiba pintu terketuk..kamis segera mandi..kemas kemas karena kami langsung Check Out…. ..dan tak lupa sarapan dulu …

Kami sudah ditunggu oleh ajudan Bupati Tegal. Saya dan Dewo menunggu di Lobby. Mas Butet kemudian datang ternyata beberapa Wartawab sudah menunggu, diantaranya dari SCTV, dan Radar Tegal. Ketika wawancara di lobby hotel, mengenai kasus “ Sarimin “ di Surabaya – yang katanya Kapolwiltabesnya sempat sewot – aku dan Dewo PLO ada dikanan kirinya Mas Butet. Seolah olah pengawalnya…….ikut nampang di TV. Istilah anak ISI YOGYAKARTA curi FOKUS , gitu looh……

Kemudian kami langsung berangkat menuju Venue…di Aula Pemkab Tegal, diruangnya Bupati kami persiapan pakai kostum. Saya Bantu Mas Butet pakai Kostum. Memasangkan dasinya, peci, dan Jas-nya. Karena peran andalannya adalah mirip mirip tokoh. Maklum SBY ( Si Butet Yogyakarta ).
Di Aula acara sudah dimulai, acar tersebut adalah dalam rangka menyambut hari Ibu bersama Ibu Ibu PKK Kab. Tegal. dan kami tiba gilirannya……… sesuai skenario aku tampil yang pertama…dengan Property…aku buka, menyapa…kemudian Dewo PLO menyusul. Kemudian Mas Butet Karta Rejasa… aku ambil posisi di kanan mimbar. Seusai acara, aku dan rombongan Jogja, diajak Pak Agus makan siang di Sate Batibul ( Bawah Tiga Bulan ), bersama teman teman wartawan Tegal. Suasana akrab, guyon maton, terbagun diwarung tersebut. Suasana hujan rintik rintik terlihat diluar….
Setelah selesai kemudian kami berpisah. Pak Bupati Agus Riyanto, masuk Mobil dinasnya, Mas Butet masuk Mobil yang mengantar sampai Cirebon.. sementara aku, Dewo, Jegger, Ajek, Alvin ke : ” toyota Alphard ” . Kemudian kami menuju jalur menuju Yogyakarta, sampai di Ajibarang..baru beberapa kilo Dewo nyoba pegang Stir.. menyerahkan kepada saya…….jadilah sopir saya………
Lancar lancar saja…, dasar mobil bagus, ditambah aku juga berpengalaman nyopir luar kota. Jadi klop kan ?. yang saya herankan.. sampai dengan Wangon. Lagu yang diputer dari Audio-nya : “Hanya Ingin Kau Tahu”-nya Republik..bahkan Jeger menghafalkannya sambil pegang Bolpoin, kau me-repeat lagu di CH 39 lewat setang setir sebelah kiri…..
Di Wangon kami berhenti istirahat, sambil makan malam……..itu juga warung langganan romonongan :Orkes Sinten Remen, kalau mau Ke Jakarta, dan aku sudah beberapa kali makan diwarung itu. Bebek goreng panas, mak nyussssss!.
Setelahnya kami melanjutkan perjalanan ke Jogja. Disepanjang perjalanan tak henti hentinya kita selalu bercanda, aku Nyopir tetapi tetap waspada, dan hati. Dan juga rsa tanggung jawabku tentang keselamatan para penumpang yang nota bene sahabat karib semua..kulihat lewat spion Dewo PLO sudah tertidur, atau yang lain..Dan aku ketika melewati Purworejo..dheg dhegan juga.. ingat betul ketika aku ikut mengewakuasi jenazah Taufiq Savalas bersama Eko Bebek, beberapa Bulan yang lalu. Baru ketika melewati perbatasan Bagelen – masuk Temon aku agak lega sedikit…
Jam 1 pagi kami tiba di Jl Gajah no.1 ( Idea Production ) tempat dimana sepeda motorku kutaruh. Ajek dan Alvin kemudian pergi…aku, Agus Noor “Jeger”, Dewo Plo turun di Idea…alhamdulilah…..kami selamat sampai di Jogja……

21 Desember 2007 - Posted by | postingan sebulan yg tersimpan

13 Komentar »

  1. weh ini postingnya sambil jalan ya? ya udh di tunggu kelanjutan ceritanya…
    Salam kenal ya…

    Komentar oleh Nanang Suryana | 22 Desember 2007 | Balas

  2. sabar ya boss. ada yang lebih di prioritaskan..bagiku menulis adalah sesuatu yang harus jujur.. karena kata kata adalah aktuliasi dari nurani. sedang kalimat adalah rangkaian keindahan atas semuanya…….

    Komentar oleh hendropler | 22 Desember 2007 | Balas

  3. lha mesti lali tuku oleh-oleh iki si boss ahhh…..

    Komentar oleh ngisorringin | 28 Desember 2007 | Balas

  4. Salam kenal Pak Bos… Saya tunggu ceritanya🙂

    Komentar oleh ayda | 11 Januari 2008 | Balas

  5. Agus bupati kenthir (jare Butet) kenthir karena biasanya bupati itu feodal tapi ini kok aneh. dekat sekali dengan rakyat

    Komentar oleh Amin | 18 Januari 2008 | Balas

  6. Kambing BALIBUL atawan BATIBUL memang paling mengesankan rasanya. Namanya kambing cempe. Yang teristimewa, kambing cempe itu murahnya minta ampun. Cuma Rp. 700.000,-/ekor. Syahdan, seseorang ingin bikin pesta, beli beberapa ekor cempe, terus dibakar ala sate klathak di pasar Jejeran, Pleret. Seru tuh. Pasti nggak kalah enaknya dengan sate Tegal. Penjualnya cempe-nya pasti oke banget. Mau beli berapa ekor, ya pasti ada. Apalagi harganya kan cuma Rp. 700.000,-.

    Eh, belum lagi terjadi transaksi, Pak Bari, biangnya Sate Klathak, nyelethuk: “Kalau cempe ya harga antara 200 sampe 250 ribu, Mas.” Bukannya 750 ribu? Kupikir harga itu sudah murah. Wuah, wah, wah….. Rejeki memang bisa datang dari mana saja, tapi kalau mbathi-nya kokehan, ya pasti cepet sugih hua ha ha ha…..

    Bener deh, saya pengin kenal penjual cempe yang cepet sugih itu. Mas Pleret kenal nggak? (Awas, jangan misuh ya)

    Komentar oleh Butet Kene Kene | 20 Januari 2008 | Balas

  7. ndro sirahku gatel…

    Komentar oleh basori | 21 Februari 2008 | Balas

  8. Aku kagum denganmu…bolehkah kita menjalin kerjasama masalah tukang las?

    Komentar oleh Ratih Sagita | 28 April 2008 | Balas

  9. Agus riyanto naungi 4 band, salah satunya adalah ini. Seems Like idiot

    Komentar oleh Agus riyanto naungi band | 16 Oktober 2008 | Balas

  10. Mas, kalau ketemu DEWO PLO, tolong titip salam ya

    udah lama nggak denger tentang dia
    semoga sukses selalu

    salam

    eshape
    http://eshape.blogspot.com/

    Komentar oleh eshape | 2 November 2008 | Balas

  11. Wah mas Hendro terima kasih, aku sudah kontak sama Dewo PLO.

    He..he..he.. dia masih seperti dulu ya?
    Gak mudeng internet
    [ha..ha..ha…]

    Jadi kepingin nyari juga kontaknya mas Kelik Pelipur Lara

    Salam

    eshape

    Komentar oleh eshape | 5 November 2008 | Balas

  12. kadang kalau aku pandang langit di malam hari,aku pengen nangis meliat wajahmu di pagi hari,tiba tiba datang perempuan abg yang teriak di depanku,aduh sakit om kemaluanku!!! siang itu aku teringat kamu ndro…dan aku baru sadar kalau aku tertidur dipangkuan janda muda yang cantik,seksi,cerdas,dan luar biasa daya cengkramnya!!matahari mulai mengusik mimpi tidurku disore hari tiba tiba wajah perempuan tadi hilang dalam balutan
    bintang dilangit.datang anak kecil menyodorkan tangan,sambil berkata ” om bangun sudah malam sebentar lagi perempuan perempuan cantik melewati jalan ini kita bisa meliat kemolekan tubuhnya ” Udah dik kamu pulang saja jangan ngurus aku sebentar lagi bapakmu juga datang cari kamu.Aku terbangun lagi ingat kawanku teater yang suka demo dijalan jalan tapi tidak pernah bersentuhan dengan perempuan perempuan malam,mahasiswa itu tinggal di pleret selatan kota jogja.Anak kecil dataang lagi ” om kenal mas endro pleret tidak? anjing kamu!!! pergi!!! om kasar ama anak kecil…Ibumu lebih kasar dalam melayani aku!!!!!!!

    Komentar oleh dewo plo | 13 November 2008 | Balas

  13. Salut sama Seems like idiot band ( SLI )!! berani mengkritik dunia politik tanpa backingan apapun, kuyakin sbenarnya mereka kelabakan kalo ada yg nuntut. Akupun terkejut saat donlut & liat sketsa bupati mereka.Jujur aja, Wong kidul gak ada yg berani gini mas
    http://seemslikeidiot.multiply.com/video/item/3/BUPATI_Joe.3gp

    Komentar oleh amadcanun | 25 Februari 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: