Hapus Ke Munafik-an !

"Ora tedheng Aling Aling"

donlut-an

Tutorial Korupsi di Sekolah ( 29 10 2007 )
Sebenarnya malu juga posting artikel ini, tapi apa boleh buat, sudah kepalang tanggung, moga-moga jadi pelajaran buat jajaran pendidik bangsa ini.amin. Tutorial ini ditulis untuk meNyindir sekaligus menjelaskan peta lama, cara-cara penyelewengan dana yang efektif dan invisible ( ya iyalah, nyolong koq bilang-bilang kakaka..). Untuk para pemeriksa keuangan institusi, semoga ini menjadi inspirasi pekerjaan Anda. Sudah saatnya sekolah dan perguruan tinggi diaudit. Buat Anda yang ingin membangun rumah di neraka, atau kesengsaraan dunia akhirat, silahkan ikuti petunjuk di bawah ini :
1. Siapkan Malu/Rupa Gedhek/Muka Tembok
baik, sebelum Anda memulai korupsi, siapkan dulu wajah tebal alias bersedia menahan malu kalau ketahuan. Sebagai koruptor yang solider, Anda juga harus mengerti bahwa stakeholder instansi tempat Anda bermain ‘basah’ juga akan menanggung akibatnya. Asumsikan stakeholder Anda adalah orang bodoh yang enggan korupsi, maka mereka juga akan menanggung malu oleh perbuatan Anda. Dan apabila hal ini benar-benar terjadi. Selamat, Anda sukses menjadi koruptor tingkat sekolah yang ulung!! Sebagai gambaran awal, silahkan baca cuplikan berita ini :
(TERLAMPIR)

dikutip dari Harian Republika, edisi 27 Oktober 2007 – hal. 6 kolom 1&2

kalau Anda ingin mendownload berita lengkapnya ada di sini : dugaan korupsi sma 8
atau ini berita yang lain Abu Suwardi a.k.a Kepala SMA 8 Tolak Tuduhan Korupsi
2. Cari proyek-proyek ‘Empuk’
Setelah Anda menyiapkan mental seperti yang dijelaskan pada point no.1 di atas, saatnya Anda mencari proyek-proyek basah dengan tingkat pemeriksaan yang agak rancu, misal proyek IT, proyek siswabaru, dana pembangunan gedung, dana pembelian buku perpustakaan, dkk. Kalau terlalu banyak, saya nanti jadi inspirator para koruptor dunks!hihihi.
Mengapa harus cari proyek empuk dan lemah pemeriksaan? ya jelas jawabnya, biar Anda leluasa memainkan dana di sana. Contoh lagi :
· Sebuah sekolah negeri ‘antah berantah’ ingin membuat perpustakaannya rapi dan teratur. Salah satu metode yang digunakan adalah teknologi komputer (IT). Di antaranya adalah pembuatan indeks/katalog buku perpustakaan, search, fingerprint scan, dll. Adapun dana yang dibutuhkan sebenarnya dari pihak ketiga yang membuat sistem ini adalah 50 juta (di mana sudah termasuk tim IT dan perangkatnya). Kemudian kepala sekolah tersebut meminta ‘pihak ketiga’ yang mengerjakan proyek untuk menaikkan dana dari 50 juta menjadi 100 juta dengan ribuan alasan teknis yang sekilas tampak logis di mata orang awam. Skenarionya jelas, ‘pihak ketiga’ mendapat proyek senilai 100 juta, dan separuh dari nilai tersebut dikembalikan kepada kepala sekolah. Untuk selanjutnya dibagi-bagikan kepada guru dengan kwitansi kosong. Sederhana bukan?
3. Cari Kelemahan Aturan/Sistem Keuangan
langkah ketiga ini menentukan keberhasilan dan nilai dari korupsi Anda. Kelihaian Anda bermain, bersilat lidah, menuduh balik orang lain, membredel media (untuk yang ini saya menjadi korbannya..), dll akan menjadi indikator utama sukses/tidaknya korupsi. Beberapa skenario yang telah ada untuk korupsi misalnya sebagai berikut :
· Sekolah ‘Antah Berantah’ ingin menyelenggarakan kegiatan outdoor bersama siswanya. Anggap saja nama kegiatan ini ‘SEPEDA FAKINGSIT’. Untuk menyelenggarakan kegiatan ini diperlukan dana sekian juta rupiah, yang apabila dibebankan ke seluruh siswa, maka tiap anak wajib membayar 50ribu rupiah. Kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun. Oleh karena itu, dapat dianggarkan pada RAPBS (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah). Di saat yang ‘tidak’ bersamaan, Sekolah ‘Antah Berantah’ juga menarik iuran dari siswanya untuk kegiatan ini senilai 75ribu rupiah. Sebagai informasi, ada sekitar 200 siswa yang ikut kegiatan ini. Jadi, keuntungan murni yang diperoleh : 75ribu x 200 siswa = 15juta rupiah! wew, lumayan bukan? setidaknya bisa membeli laptop/pda atau sebuah kendaraan bermotor, tapi yang jelas belum cukup untuk membeli sebuah Kidang Innopa (hehehe…)
·
4. Singkirkan Orang Jujur dan Sok-Jujur
baik, di sini Anda akan menggolongkan secara sederhana tipe-tipe rekan kerja. Yang pertama adalah Orang JUJUR. Untuk menangani orang ini, Anda harus hati-hati. Karena biasanya mereka tidak segan-segan melaporkan Anda pada pihak yang berwenang apabila perilaku Anda benar-benar keterlaluan dalam berkorupsi. Cara paling mudah adalah ’singkirkan’ mereka secara halus, yaitu dipindahtempatkan ruangannya di laboratorium atau minimal jangan sampai mereka memegang jabatan-jabatan strategis seperti urusan uang (bendahara), konsumsi, divisi IT, dan alumni (sumbangan dari alumni sering mandeg di jabatan ini). Kalau Anda membiarkan mereka tetap pada posisi strategis, bersiaplah aksi ‘tikus-tikus kantor’ Anda menjadi tidak mulus/lancar karena banyak ancaman mengarah pada Anda.
Penanganan orang tipe kedua yaitu SOK-JUJUR, seharusnya bisa lebih mudah namun kadang justru makin merepotkan.Kenapa?karena pada dasarnya mereka bisa merubah bentuk menjadi orang jujur yang menolak korupsi dengan alasan ‘ngga kebagian proyek’ atau mereka berniat menjatuhkan Anda, karena menginginkan jabatan Anda saat ini. Menyingkirkan orang ini juga ngga mudah, karena mereka tau cara Anda bermain/manipulasi dana. Jadi, satu-satunya cara terbaik adalah akomodasi keinginan mereka, ajak mereka menikmati pesta uang haram ini. Selama Anda bisa menjaga mereka, langkah Anda akan tetap mulus. Sebaliknya jika Anda serakah dan mereka dilupakan, bersiaplah, mereka ada di balik upaya melengserkan jabatan Anda. hehehe…
KESIMPULAN :
korupsilah selama korupsi itu masih tampak menyenangkan, dan menjanjikan kebahagiaan Anda..lakukanlah seolah-olah Anda hidup abadi di dunia..
PS : untuk sekolah yang namanya tercantum di berita tersebut di atas, silahkan menikmati apa yang telah Anda tanam selama ini. Semoga Allah SWT memberikan kita petunjuk agar terhindar dari korupsi. amin.
Thanx to : Allah SWT yang sudah memberikan kebenaran kepada komite sekolah dan para wartawan yang berani menulisnya, amung, sunu, hatta, juan, mas Andre, mas Imam, dan semua pihak yang telah membantu berjuang. Thanks bro!

21 November 2007 - Posted by | SMA 8

1 Komentar »

  1. Saya bangga dengan Komite SMA Negeri 8 Yogyakarta yang berani mengungkap dugaan penyelewengan dana di SMA Negeri 8 Yogyakarta, tidak seperti Komite SMA Negeri 5 Yogyakarta yang hanya diam saja ketika Bpk. Drs. H. Abu Suwardi diduga melakukan penyelewengan dana ketika bertugas sebagai Kepala SMA Negeri 5 Yogyakarta. Semoga dengan diusutnya kasus dugaan penyelewengan dana di SMA Negeri 8 Yogyakarta ini menjadi titik awal diusutnya kasus-kasus dugaan penyelewengan dana yang dilakukan Bpk. H. Abu Suwardi sebelumnya, terutama di SMA Negeri 5 Yogyakarta.

    Terimakasih atas Comment-nya.
    kalo memang benar dugaan itu cari bukti saja, dan laporkan kepada pihak berwenang.
    salam……trims atas dukungannya. dan mari Amar Ma’ruf Nahi Munkar. harus kita wujudkan benar benar dalam hidup kita !
    sekali lagi trims.

    Komentar oleh Komunitas Alumni Puspanegara | 28 November 2007 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: