Hapus Ke Munafik-an !

"Ora tedheng Aling Aling"

Notulen Rapat Forum Guru SMA 8 Yogyakarta di rumah Ketua Komite Sekolah

Hari ; Kamis 25 Oktober 2007, jam 17.00 wib – 21.30 wib
Tempat : Rumah Bp. Prof Dr.Ir Sutardi. M. App.Sc
Dusun Ledok wareng RT 02, RW 35 Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman.

1. Pertemuan dibuka dengan sholat Maghrib bersama sama dan diawali oleh Bpk. Prof Sutardi selaku tuan rumah. Bahwa beliau mengundang guru dalam rangka Silahturahmi dan ingin mendengarkan suara guru, dari yang tua terlebih dahulu
2. Bpk. Parjiman menyampaikan, bahwa Pemilihan Wakasek sekarang bukan pilihan guru, tetapi tunjukan dari kepala sekolah. Setiap usul dari Guru tidak pernah di tanggapidengan serius cenderung diremehkan
Setiap kegiatan, Guru tidak pernah diajak Rembugan atau diuwongke, setiap kegiatan yang mengkonsep dan melaksanakan Kep.Sek dan Waka saja. Dahulu tiap Waka ada bendaharanya sekarang kok dihapus
3. Bu Ning menginformasikan, hasil rapat Koordinasi Kep. Sekolah dg guru hari kamis siang, bahwa Kasus SMA 8 Yk telah sampai Bawasda Dan Kep Sekolah membuat pernyataan yang intinya biarlah saja SMA 8 Yk Ambruk
4. Kemudian Bpk. Dwi menanggapi, sebelum SMA 8 Ambruk, Kep. Sekolah harus diambrukke dahulu
5. Bpk. Suwardi mengeluhkan, SMA 8 Yk Semakin lama dipegang Pak Abu semakin Rusak, masak pas ada gempa Bumi SMA 8 Yogya kok malah beli Mobil Mewah, shg pak Wardi malu dg siswa dan masyarakat.
6. Bpk. Nuril menyampaikan bahwa pernah disuruh pak kep sekolah untuktanda tangan kuitansi kosong. Tetapi menolak, karena tidak ada keterangan untuk apa dan berapa besarnya.
Pak Nuril memberi penjelasan bahwa dahulu pada serah terima ( Kep sekolah -?-hp ) ada uang sekitar Rp. 126.000.000,00 dari bapak Warsijan. Uangnya kemana ?
Pada waktu menanda tangani SPJ pernah ditengah Bendel Kuitansi diselipi Kuitansi untuk Th yang lalu.
7. Bpk. Suhardi mengistimasikan SMA 8 Yk adalah sebuah kapal yang dibawa oleh nahkoda lebih dari satu dan 6 nahkoda tidak tahu penumpangnya mau dibawa kemana membandingkan kinerja kep- sekolah dengan Kep sekolah yang terdahulu adalah puncak kejayaan SMA 8 ada Bpk Sunarto, utk pak Suradi masih lumayan, Utk pak Abu Paling Buruk.
8. Bu Hajar mengusulkan agar masalah SMA 8 Yk tidak melibatkan anak. Agar kasus ini diselesaikan dengan mempertemukan Kep. Dinas, Komite sekolah dan Guru. Serta mengeluhkan dana Olimpiade terus mengalami pengurangan dari Rp. 18.000.000 tinggal Rp.10.000.000,- bahkan untuk Olimpiade Bu Hajar merasa malu dan kasihan Siswa disuruh membayar dengan biaya sendiri, serta Dana Guru buat membayar Hotel saja tidak cukup, shg guru tombok.
9. Bu Win mengungkapkan penyambutan siswa Korea berlebihan pada hal anak SMP. Shg kerja sama dg Korea perlu ditinjau kembali, karena untuk penyambutan habis Rp. 124.000.000,-. Sedangkan untuk Unesco mal;ah sederhana. Pengiriman Siswa tidak memenuhi sasaran, seharusnya untuk siswa tidak mampu.
Bu win mengeluhkan tentang Surat Panggilan untuk SBI, seharusnya untuk Bu Win Kok diganti Bu Umi. Ketika mencari Surat Panggilan Bu Win Di Pingpong oleh Kep Sekolah, katanya dibawa Pak Nur, Pak Nur bilang dibawa Bu Umi. Bu Umi bilang Nggak tahu. Bu Win diserahi uang Rp. 40.000.000,- untuk menerbitkan majalah Bhs Inggris olek pak Abu, tapi di tolak dg alasan untuk Th yang lalu ( Siswa yang telah lulus ) maunya yang akan datang saja.
10. Bu Mulyati nmengeluhkan tidak adanya sarana untuk siswa, Seperti Lab bahasa ( Tidak Punya ). Buku Paket tidak Punya, Buku referensi tidak ada. Sedangkan Mapel diUANkan Setiap Minta Uang Ke Bu Umi bilang : Tidak Ada Uang pak Abu. Usul : Agar Workshop seharusnya untuk menyusun anggaran dan RAPBS, Guru dilibatkan. Works shop awal th hanya membahas kurikulum saja.
Masak guru SMA 8 Kok tidak tahu RAPBS SMA 8 YK.
11. Bu Eni Menyampaikan bahwa masak sekolah Favorit kok tidak memberi seragam Guru dan THR kasihan bagi guru PTT dan GTT.

Bu Mahfud MD menanggapi bahwa untuk kerja sama dg korea menghabiskan Rp. 158.000.000. untuk seragam dan THR telah disediakan oleh komite sekolah tapi ternyata oleh Kep sek tidak direalisasikan, bahkan Kep Sek Menyatakan krn Ser4agam ditangani oleh Komite sehingga seragam untuk Guru tidak Ada.

Bu Mahfud MD, menyampaikan bahwa untuk kesejahteraan Guru dan karyawan oleh Kep sekolah hanya direalisasikan 30 % dari alokasi anggaran.
Contoh : Honor GTT, sebesar Rp. 15.000,-/jam seharusnyaRp.30.000,- /jam ………> mengharapkan agar kegiatan Belajar Mengajar tetap berjalan sebagaimana mestinya oleh sebab itu Bu Mahfud bersedia meminjami uang sebagai ganti RAPBS yang belum tersusun
12. Bu Ning mohon kesejahteraan guru ditingkatkan, serta dipinjami untuk
beli Lap Top tapi dihentikan

Bu Mahfud dan pak Sutardi menanggapi : bahwa komite akan menindak lanjuti keluhan guru dan kan meningkatkan kesejahteraan guru, dari situ terungkap bahwa anggaran sekolah habis untuk belanja pengadaan dan belanja proyek, dan dalam rapat komite terungkap ada dana disebut Blumbang sebesar Rp. 800.000.000,- yang tidak ada kejelasannya.

Untuk siswa pindah laporannya :
Pertama 7 terus 9, terus 11 terus 20, ternayata ada 27 siswa pindahan. Pungutan ada Rp. 13.000.000,- Rp 17.000.000,- dan Rp. 15.000.000,- rata 2 Rp 15.000.000,-

Guru -2 : hal tsb tidak pernah disampaikan ke guru

Pak Nuril : Pernah Dipanggil Kepala Sekolah, untuk menandatangani Kwitansi Kosong tetapi menolak sedangkan 35 guru yang mau menandatangani diberi imbalan Rp. 50.000,- Pertama nilai kwitansi Rp. 500.000,-, terus diperoleh 2 kuitansi masing masing Rp. 250.000,-

Selanjutnya Guru Bu Yanti dan Bu Ning dipanggil Kep Sek untuk tanda tangan Kuitansi Kosong

Bu Mahfud menanggapi bahwa menurut penjelasan pak Suripto Kredit Lap Top dihentikan Karena guru tidak bayar mulai bln Juli
Bu Ning Tardi Menjawab bahwa selama ini saya membayar terus lewat pot. ( potongan ? ) Gaji

Pak Tardi : menanggapi dari berbagai penyimpangan Sekolah dan dana Blumbang, saya akan ber hati hati dan selain mencermati…selanjutnya berharap Peristiwa ini kan menambah semangat kita untuk memperbaiki Sistem. Apabila dikemudian hari ada Korban, itu karena korban Sistim

Terimakasih Pertemuan di tutup Jam 21.30 WIB)

RAPAT TERSEBUT, AWALNYA SAYA DIUNDANG TETAPI OLEH PAK TARDI ( KETUA KOMITE ), SAYA DI KASIH TAHU VIA SMS, JUGA VIA TELEPHONE KATANYA TIDAK JADI ADA PERTEMUAN…TERNYATA ITU TAKTIK ?. PADAHAL ADA GURU YANG MENGATAKAN BAHWA KEDATANGANNYA KETEMPAT PAK TARDI KARENA NANTINYA ADA SAYA.

About these ads

29 Oktober 2007 - Posted by | Aksi Sosial, SMA 8

16 Komentar »

  1. “A BHU SUW”

    Pada masa “Dinasti Syu” yang dipimpin oleh seorang kaisar arif “Syu xi law”, berdirilah sebuah perguruan yang sudah ternama diseantero negeri, yang bernama perguruan “Wo Liu Ta.” Perguruan tersebut sudah banyak dikenal orang karena nama baiknya pada dinasti sebelumnya, dimana telah banyak menghasilkan pendekar-pendekar hebat didunia persilatan. Bahkan banyak diantaranya yang telah mengabdikan diri di pemerintahan.
    Konon yang telah membesarkan nama perguruan “Wo Liu Ta” adalah seorang pendekar bijaksana “Syu nar tow”, yang kemudian diteruskan pada ketua-ketua selanjutnya yang mempunyai keunggulan dan ciri tersendiri. Beberapa diantaranya adalah ketua “Syu ray dii”, meskipun pada masa itu sempat terjadi intrik namun berhasil menjaga nama baik perguruan “Wo Liu Ta” sampai akhir kepemimpinannya. Kemudian pada masa ketua “War xi djan” “Wo Liu Ta” makin berhasil menjadi sebuah perguruan besar yang memiliki murid-murid handal yang memiliki ilmu tinggi dan berbakat, bahkan sering menang dalam setiap pertandingan. Pada masa ketua “War xi djan” keadaan di perguruan sangatlah tenang dan terkendali, karena beliau adalah seorang ketua yang kharismatik dan bijaksana dalam segala hal.
    Namun seiring berjalannya waktu,setelah kepemimpinan ketua “War xi djan” berakhir, keadaan di perguruan “Wo Liu Ta” berubah total. Semua berawal dari ketua baru yang memimpin perguruan tersebut yang bernama “A bhu suw”. Dia dulu adalah seorang pendekar baik yang memiliki ilmu cukup tinggi, namun memiliki hati yang lemah. Sampai suatu ketika dia berubah menjadi seekor siluman yang rakus, yang berwujud “Babi”.
    Sebelumnya dia adalah seorang ketua di perguruan lain sampai akhirnya dia dipindahkan ke “Wo Liu Ta” menggantikan ketua “War xi djan” yang telah mengundurkan diri dari dunia persilatan. Selama dua tahun kepemimpinan “A bhu suw”, dia telah banyak melakukan kejahatan dan penggelapan aset-aset perguruan, seperti yang dilakukannya di perguruan sebelumnya, sampai akhirnya terjadi kekacauan yang mempermalukan nama perguruan“Wo Liu Ta”.
    Selama masa kepemimpinan “A bhu suw” tersebut perguruan “Wo Liu Ta” menjadi sarang siluman jahat dan para pengikutnya yang sama-sama rakus. “A bhu suw” berusaha menyingkirkan para pendekar yang lurus dan menggantinya dengan para pengikutnya, mengambil hak-hak para murid perguruan dan para pendekar demi kepentingannya sendiri untuk memenuhi nafsunya sebagai siluman babi yang sangat rakus. Para pendekar dari perguruan “Wo Liu Ta” pernah dikumpulkan di padepokan “Ei Den” untuk bermusyawarah dalam pengembangan perguruan. Akan tetapi itu merupakan alat yang dirancang “A bhu suw” untuk melancarkan nafsu liciknya untuk lebih leluasa mencari keuntungan dari perguruan “Wo Liu Ta”. Suatu ketika pernah ada seorang pendekar muda pemberani mantan murid perguruan “Wo Liu Ta” yang tidak setuju dengan cara kepemimpinan “A bhu suw” dia bernama pendekar “Om loom my”. Dia bersama pendekar-pendekar lain yang menentang “A bhu suw” berusaha memperingatkan bahwa kepemimpinannya sekarang banyak terjadi penyimpangan dan merugikan murid-murid perguruan. Namun “A bhu suw” malah marah dengan pernyataan itu dan mengajak bertarung. Karena ilmunya yang tinggi “A bhu suw” berhasil mengalahkan pendekar “Om loom my”…
    Setelah beberapa purnama, saat “A bhu suw” makin lupa diri dan para pengikutnya semakin bertambah. Muncullah seorang pendekar pilih tanding yang mengetahui kelakuan busuk siluman babi “A bhu suw” dia bernama pendekar “In draw pler”. Pendekar “In draw pler” bersama pendekar-pendekar lain seperti pendekar “Yiu lie” dan pendekar “Wah yoe” juga dibantu oleh “Om loom my” menghimpun kekuatan dan mencari bukti-bukti kejahatan dan kebusukan “A bhu suw” untuk mengusirnya dari perguruan “Wo Liu Ta”.
    Setelah melalui beberapa pertarungan yang sengit, akhirnya “A bhu suw” berhasil dikalahkan dan terbukti bersalah melakukan kebusukan selama memimpin di “Wo Liu Ta” maka pemerintah pun akhirnya mengajukan dia ke pengadilan dan akan mengusir dia dan kroni-kroninya dari perguruan “Wo Liu Ta” tercinta

    ” Bapak Koo Ping HOO ”
    Kenapa para pendekar Wo Liu Ta, masih diem saja. seharusnya A bhu Suw kan kalo masih bercokol disana Wo Liu Ta, nggak kondusif. …….Ciaaaaaaaaaat …..ciaaaaaaaa……aaaaaaaat . zzzzzzzzzzzzrcccczzzzzzkkkkkkkzzzzrzzzzz !”

    Komentar oleh infected | 30 November 2007 | Balas

  2. astaghfirullah…

    sebelum berkomentar saya mau bertanya, apakah pak abu (kepala sekolah sma 8 yk) yang dimaksud ini adalah guru agama islam? kalo jawabnya ya, berarti pak abu adalah guru saya dulu ketika saya masih duduk di bangku sma.

    saya adalah alumni sma 8 yk, tahun masuk 1993 dan lulus 1996. sekarang saya sudah menjadi guru di sebuah smp di kota semarang.
    pertama kali saya mendengar berita ini dari sms teman saya yang juga alumni sma 8 yk, saya benar-benar kaget dan tidak percaya, akhirnya sayapun browsing internet untuk mencari tahu kebenaran beritanya sampai saya menemukan situs ini dan berniat memberikan komentar….

    pak abu yang saya kenal dulu adalah seorang guru agama islam yang sangat santun. saat itu hanya ada 2 orang guru agama islam yang mengajar kami, keduanya memiliki panggilan dengan tiga huruf saja dengan awalan yang sama yaitu ‘a’, ya karena guru agama islam yang satu lagi adalah pak ali yang juga santun pembawaannya.

    awalnya, saya sungguh tidak percaya sma 8 yk yang termasuk favorit di yogya harus mengalami kasus yang tragis seperti ini. pak abu yang dulu menanamkan nilai-nilai keislaman dan ketauladanan Rosulullah SAW kepada kami ternyata telah melakukan hal yang menyimpang dari ajaran islam dan tidak menauladani Rosulullah SAW, sayang sungguh sayang….
    padahal jika pak abu tahu, apa yang telah beliau ajarkan, sekarang menjadi kiblat saya dalam mendidik murid-murid saya karena saya percaya bahwa yang diajarkan oleh guru saya dulu adalah ajaran yang terbaik yang pernah diberikan dan tentu saja untuk ditiru… tetapi sekarang, apakah saya harus meniru apa yang telah dilakukan oleh pak abu? tentu banyak orang akan menjawab ‘jangan!’…

    terus terang saya kecewa dengan adanya kasus ini, terutama dengan pak abu… yang telah begitu tega mendzalimi institusi sma 8 yk-guru2-murid2-dan diri pak abu sendiri.
    dulu saya bangga dengan sma 8 yk, apalagi di semarang kota yogya terkenal dengan kota pelajar dengan sekolah-sekolah favorit yang dimilikinya, tetapi sekarang saya malu untuk membanggakannya karena saat ini di kalangan pendidik yang terkenal adalah sma 8 yk ‘yang berkasus’. dalam hati saya menangis dengan runtuhnya pamor institusi favorit yang bernama ‘delayota’ karena perbuatan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

    untuk pak abu, (maaf sebelumnya kalau saya lancang dan seperti menggurui guru) berinsyaflah pak, saya dukung bapak untuk tidak mengulangi perbuatan yang telah bapak lakukan, bagaimanapun juga bapak pernah mendidik saya menjadi orang yang dapat membedakan yang benar dan yang salah agar tidak salah dalam melangkah dan menjalani hidup…

    sekian komentar saya, saya menitip salam untuk pak dwi: saya rista pak, temannya wati-dyah-ais-dan dina yang dulu pernah les di tempat bapak, semoga bapak masih mengingatnya… salam kangen dari kami pak, yang sabar dan tabah dalam menghadapi peristiwa ini, saya mohon maaf kalau saya ‘terpanggil’ untuk menggoreskan komentar ini….

    dian yurista dewayani, S.Si.

    Ibu Rista yang terhormat……
    Thanks atas komentarnya….petinggi bawasda Jogja pernah bilang sama saya; tindakan Korupsi atau sebuah kejahatan lainnya, hanya ada 2 penyebabnyam yakni : Niyat dan kesempatan. dan dua duanya sangat berkaitan erat…..dan kalau Ibu Dian Ingat bahwa kelamahan laki laki ada pada 3 hal : Harta, Tahta dan Wanita.
    Mungkin dari ketiga hal tersebut yang membuat Pak Abu menjadi lupa daratan………ingat Candil seriues : Abu…….juga manusiaaaaaaaaaaaaa ……….!
    sayapun berharap banyak kepada Pak Abu, semoga pelajaran ini akan sangat bermanfaat..bisa untuk berkaca diri, bahwa Menutupi sebuah kejahatan, serapi apapun, serapat apapun. pasti akan terbongkar……
    sekali lagi makasih Bu Rista…hendro ( 081328580849)

    Komentar oleh dian yurista dewayani | 5 Desember 2007 | Balas

  3. apakah bapak datang ketika rapat itu?

    kalo U cerdas, tentu sudah tahu jawabnya..dan saya juga tidak akan akan jawab pertanyaan bodoh….. notulen saya dapat dari salah satu SPY saya dan akurasinya tidak diragukan lagi. coba saja print postingan-itu konfirmasikan kepada semua nama nama yang tertulis……itu baru cerdas oke. thanks Your Commnet. Good Luck !

    Komentar oleh 4001 strip 09 | 5 Desember 2007 | Balas

    • Saya menulis ini sudah penuh tanggung jawab, artinya kalau aku harus menjawab disini aku yang ikut ikutan bodoh..tapi nggak apa apa. aku sekali kali biar dianggap bodoh !

      Komentar oleh hendro plered | 16 September 2010 | Balas

  4. Maaf sebelumnya… buat ibu Dian Yurista, setahu saya AS (Abu Suwardi) yang dimaksud disini dulunya bukan guru Agama Islam, tapi guru Sejarah di SMA Teladan. Kalau AS yang ibu maksud guru Agama Islam di SMA 8, sekarang dah jadi kepsek di SMK (ga tau SMK mana) sebab pas saya masuk kerja tahun 2003, emang ada yang namanya Bp. Abu, tapi bukan Abu Suwardi. Demikian untuk menjadi koreksi. (mudah-mudahan saya juga tidak salah info) Terima kasih

    Komentar oleh constantine | 6 Desember 2007 | Balas

    • yang ditulis diatas betul 100%, itu Bukan Pak Abu Guru Agama, Pak Abu Guru Agama itu 180 derajat akhlaknya dengan dg pak Abu Suwardi…

      Komentar oleh hendro plered | 16 September 2010 | Balas

  5. maaf pak.
    tapi setelah di konfirm banyak yang tidak benar. terima kasih.

    Komentar oleh 4001 strip 09 | 8 Desember 2007 | Balas

  6. 1. Aebutkan saja mana yang gak cocok. atau yang datang didalam rapat itu semuanya diundang lagi….. 2. jangan tanyakan kepada Abu lagi..karena tgl. 26 Nov, 2007,ketika ada “Aksi : Abu ditanya sama salah satu siswa : apakah bapak Korupsi ?. ..ya tentu saja dijawab ; oh my. god. ya tidaaaaak laaaah” 3. Notulen itu saya dapat dari “SPY” saya.yang ikut rapat disana……..4. atau undanglah saya dalam forum yang terhormat Tidak Forum forum “murahan”. aku juga harus banyak belajar, meski anda yang lebih banyak ?. Thanks atas atensinya…….salam

    Komentar oleh Mas Plered | 8 Desember 2007 | Balas

  7. Mas Peler…….
    Mbok ya jangan bikin Teka-Teki-Sial

    Duluuuuuuuuuuuuuuu…….. sekarang…….atau nanti………
    Peserta rapat dirumah Ket-Kom-S-8, tentu sedang, akan ato telah mencari tau binatang apa itu SPY (?)

    Bila SPY itu Uwong..
    pastilah SPY-mu akan…sedang….telah….dirundung resah…gelisah
    bak lagu obbi mesahk
    karna penyamarannya nyaris di”bongkar” saat mas peler… menaggapi komentar 4001 strip 09

    Bila SPY itu profesi..
    pastilah SPY itu tidak akan jadi profesional
    karna tidak dibungkus rapi-jali

    (Bila SPY itu pengkianat)

    Komentar oleh gaplek | 30 Desember 2007 | Balas

  8. Wah, aku koq jadi binun baca postingan ini. Tp eniwei, gimana ending crita dari gonjang-ganjing di delayota ini sodara2 ?
    Saya dulu tercatat sebagai murid 1 B di delayota thn 1992 n lulus 1995, jadi beberapa nama di posting itu saya masih kenal, tapi beberapa ga tau lagi. P.suwardi, p.Dwi, p.Parjiman, trus bu ning, p.Sutardi saya masih inget. Cuma tokoh utama, pak Abu ini sapa yach? Biarpun saya punya kesan kurang baek dengan pak Abu berkaitan dengan perannya di SAI ato SKI SMAN 8, guru agama di masa saya, selain pak Ali Mulyana, tapi saya koq ga yakin tokoh ini pak Abu yang guru agama itu.
    Trus yang saya tangkap dari posting ini koq, sepertinya pak Sutardi, suami bu ning guru Kimia, dulu di jaman saya beliau pembina ekskul KIR, berkonspirasi dengan guru2 untuk berbuat sesuatu yach ? Masa seh mas SPY kalo p.Tardi dan guru2 laen punya niatan jahat ?
    Wallahu a’lam

    Komentar oleh irkham | 29 Januari 2008 | Balas

  9. Saya alumni SMAN 8 angkatan tahun 1987 lulus 1990 di era Pak Mulyono, sekarang menjadi staf dosen di Politeknik Kesehatan Yogyakarta, merasa prihatin dengan berita gunjang-ganjing di almamater saya (–meskipun dengar/bacanya sudah terlambat–). Smoga sekarang sudah terjadi proses perbaikan sistem dan lingkungan blajar yang lebih kondusif bagi siswa-siswanya. JANGAN BIARKAN PAKCI KEHILANGAN KEPAK SAYAPNYA

    Komentar oleh Bondan Palestin | 6 Juli 2008 | Balas

  10. nemu blog sma 8 isinya malah gak bikin aku mudeng

    segitunyakah sma 8 sekarang?

    salam kangen buat teman2 yang lulus tahun 1977

    Komentar oleh eshape | 25 September 2008 | Balas

  11. Wah jangan ambruk dong SMAN 8 YK itu tempat gue dapet kenangan pahit maupun manis yg tak bisa gue lupakan ama bu Guru dan Pak Guru yg gue Cintai ayo dong selamatkan SMAN 8 YK…gue alumni thn 93 salam buat temen2 seangkatan gue I love u all

    Komentar oleh prima argo | 8 Maret 2009 | Balas

  12. kalo memang dah ditangani bawasda ya.. gak perlu diumbar..lah. Ingat mengumbar kejelekan saudaramu berarti ibarat memakan bangkai. Serahkan saja pada Alloh namun tetap punya semangat untuk memperbaiki. Jangan terlalu dibius oleh nafsu syetan. Kgusus bagi Pak Abu. Koreksilah segera dan jika itu memang benar, tak asatu pun perbuatan curang yang bisa lepas dari penglihatan Alloh Yang Maha Melihat. Semoga masalah ini segera selesai. Amin

    Komentar oleh affaihla | 2 Agustus 2010 | Balas

    • saya setuju…
      setelah pak ABu suwardi menjalani proses peradilan , saya sudah tidak lagi ” Ngutik Ngutik”. selain saya sudah tidak ada kompetennya, saya juga hanya bissa berdoa semoga pak Abu Suwardi, dengan pengalaman ini besok akan lebih baik. kabar terakhir yang saya dengar , Pak AS divonis 2.5 tahun, tetapi sekarang baru banding Kasasi ke MA !

      Komentar oleh hendro plered | 16 September 2010 | Balas

  13. Great blog you have here but I was wanting to know if you knew of any community forums that cover
    the same topics talked about here? I’d really like to be a part of online community where I can get responses from other experienced individuals that share the same interest. If you have any suggestions, please let me know. Appreciate it!

    Komentar oleh book moscow hotel | 20 April 2013 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: